Selasa, 12 November 2019

Pentingnya Memilah Sampah Organik dan Non Organik

Pentingnya Memilah Sampah Organik dan Non Organik

Anda pasti sudah sering mendengar anjuran tentang pemilahan sampah organik dan non organik. Pemilahan tersebut perlu dilakukan karena sampah organik dan non organik memiliki karakteristik yang berbeda. Sampah organik merupakan jenis sampah yang bisa dan cepat mengalami proses penguraian. Contohnya, daun-daunan, sisa makanan, dan kulit buah. Biasanya sampah jenis ini sering diolah menjadi makanan ternak, pupuk, dan biogas. Sedangkan sampah non organik merupakan sampah yang sulit diurai, seperti plastik, kaleng, dan botol minuman.

Lantas, mengapa pengelolaan sampah seperti memisahkan yang organik dan non organik begitu penting? Berikut ini alasannya!

Memudahkan Proses Daur Ulang

Sampah tidak akan menjadi perusak lingkungan bila masyarakat tahu cara mengelolanya. Itulah mengapa ada proses daur ulang yang berguna untuk memanfaatkan sampah menjadi hal yang lebih bernilai. Misalnya, meskipun sulit terurai, sampah non organik bisa diubah menjadi barang-barang berguna seperti tas belanja dari kemasan plastik bekas, pot bunga dari kaleng, dan kemasan sachet didaur ulang menjadi kemasan baru. Proses pengolahan sampah ini akan lebih mudah bila masyarakat memisahkan mana yang sampah organik dan mana yang non organik.

Menjaga Kesehatan

Selain memudahkan proses daur ulang, pemilahan sampah organik dan non organik dapat meminimalisir penumpukan sampah. Sampah yang menumpuk kerap kali menjadi sarang bakteri dan kuman yang dapat mengganggu kesehatan Anda. Penumpukan sampah juga dapat mencemari udara yang pada akhirnya akan menimbulkan berbagai macam penyakit terutama yang berkaitan dengan masalah pernapasan dan paru-paru.

Lingkungan sekitar juga akan terkena dampak tumpukan sampah sehingga menyebabkan banjir. Jika hal-hal tersebut terjadi, berbagai macam penyakit akan muncul, seperti penyakit kulit dan gatal-gatal. Bahkan air pun dapat tercemar sampah. Bila air tercemari oleh tumpukan sampah, Anda akan mudah terkena masalah diare, mual, dan muntah. Jadi, untuk menghindari bahaya akibat tumpukan sampah, sebaiknya Anda mulai memilah sampah organik dan non organik.

Anda bisa memulai dengan mengumpulkan sampah non organik dalam satu wadah sehingga memudahkan orang yang ingin mendaur ulang sampah tersebut. Sampah organik yang merupakan sisa makanan dan daun-daunan, bisa Anda gunakan untuk pupuk.

Mengurangi Tumpukan Sampah di Laut

Sampah yang tidak dikelola dengan baik bukan hanya akan berakhir di tempat Pembuangan Akhir (TPA), tapi ada juga yang berakhir di lautan. Menurut penelitian dari Waste4Change, masyarakat bisa menghasilkan sampah sebesar Candi Borobudur hanya dalam waktu beberapa hari saja. Oleh karena itu, pemilahan sampah sangat penting untuk menghindari penumpukan yang dapat merusak lingkungan dan kesehatan.

Anda bisa memberikan sampah yang telah Anda pisahkan ke Bank Sampah untuk didaur ulang. Melalui Bank Sampah, sampah non organik pun bisa menjadi hal-hal yang berguna untuk dipakai lagi.

Meningkatkan Kebersihan Lingkungan

Sampah organik yang umumnya mudah terurai akan mengotori sampah non organik bila tidak dipisah. Padahal sampah non organik itu dapat didaur ulang menjadi benda yang bermanfaat. Maka dari itu, biasakan untuk memisahkan sampah organik dan non organik. Anda bisa menerapkan konsep drop box seperti yang dilakukan oleh PRAISE (Packaging and Recycling Association for Indonesia Sustainable Environment). Dalam hal ini, Anda hanya perlu menyiapkan satu wadah khusus untuk membuang sampah kemasan atau non organik agar tidak tercampur dengan sampah organik. Setelah itu, Anda hanya perlu membawanya ke Bank Sampah terdekat.

Dari alasan-alasan diatas, Anda tentunya telah memahami pentingnya pemilahan sampah organik dan non organik. Dengan pemilahan tersebut, Anda turut berpartisipasi dalam menjaga lingkungan serta membebaskan diri dari bahaya penyakit yang disebabkan oleh tumpukan sampah.



0 komentar:

Posting Komentar