Rabu, 05 Juni 2019

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1440 H - Jasa Angkut Semarang

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1440 H - Jasa Angkut Semarang
Jasa Angkut Semarang mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1440 H. Mohon maaf lahir dan batin.

Kuliner Semarang | Warung Makan Belut Nasima,Wajib Dicicipi

Tertarik dengan masakan berbahan dasar ikan,  pilihan cocok di warung makan belut Nasima. Warung makan yang berlokasi di Jalan Menoreh Raya no 10B ini, memang menyediakan menu khas ikan tawar. Di antaranya mangut belut, kepala manyu (sejenis ikan laut), ikan goreng mujair, bandeng, lele, pindang dan cumi-cumi.

Meski demikian, jenis masakan yang paling laku keras karena banyak diminati adalah menu mangut belut. Menu makanan yang satu ini, memang cukup unik dan jarang ada di Semarang. Karenanya tak aneh jika warung yang berdiri sejak tahun 1970-an ini, tak pernah sepi pengunjung.


Warung Makan Belut Nasima,Wajib Dicicipi 

Bumbu-bumbu yang digunakan untuk memasak mangut belut ini, sama dengan bumbu mangut biasa. Hanya saja rasa masakan mangut belut ini dibuat lebih pedas. “Saat pertamakali berdiri, dulu kami menggunakan daging ikan laut asap. Namun, iseng-iseng ibu mencoba mengubah bahan dasar menjadi belut. Dan hasilnya malah banyak diminati,” ungkap Sugiarti, 38, putri ke-7 Nyonya Nasima ini.

Selain berbagai macam olahan ikan, warung makan ini juga menyediakan aneka sayuran. Di antaranya sayur tahu, sayur nangka, daun papaya, oseng-oseng buncis dan masih banyak yang lainnya.

“Untuk bahan baku belut, kami sudah memiliki langganan pemasok dari Sayung, Demak,” jelasnya.

Resep mangut belut ini, pertamakali diciptakan oleh pendiri warung itu yakni Ny Nasima, 80. Setelah pensiun karena faktor usia,  warung mangut belut Nasima dijalankan oleh beberapa anaknya. Masing-masing adalah Suyamti, 48, putri ke-3, Rusmiyati, 42, putri ke-5, dan Sugiarti, 38, anak ke-7 dari ibu Nasima.

“Dulu saat pertamakali buka, warung ukuran sangat kecil sekitar 3 x 4 meter. Sekarang sudah berkembang menjadi 10 x 6 meter,” ungkapnya. Berkembangnya warung ini, juga tidak lepas dari upaya anak-anak Nasima, menjaga kualitas rasa dan layanan pada pelanggan warung.

Warung yang memiliki pelanggan berasal dari semua kalangan ini, buka dari pukul 07.00 hingga 17.00. Pada jam makan siang pengunjung paling padat.

Selain menjaga kualitas rasa dan layanan, agar tidak ditinggalkan pengunjung, harga yang dipatok oleh warung ini, relatif terjangkau. Misalkan saja kepala manyu ukuran kecil harganya berkisar Rp 10 ribu. Sedangkan yang besar Rp 10 ribu. “Untuk mangut 1 porsinya sekitar Rp 10 ribu,” jelasnya.




0 komentar:

Posting Komentar