Senin, 30 Juli 2018

Perhatikan Posisi Duduk Saat Nyetir Agar Aliran Darah Lancar


Sangat penting bagi para pengemudi untuk memahami teknik mengemudi terutama ketika perjalanan jauh.

Instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu mengatakan dengan menerapkan cara berkendara yang baik dapat membuat pengemudi tidak hanya aman, tetapi juga nyaman selama perjalanan.

"Kalau kita tidak nyaman, korelasinya adalah penurunan stamina lalu stres (selama berkendara)," kata Jusri kepada CNNIndonesia.com.

Ia pun memberi beberapa tahap yang harus diperhatikan bagi para pengemudi, di mana pertama adalah memastikan posisi duduk agar aliran darah lancar.

"Ini filosofinya ergonomis yang mencakup posisi badan dengan kolom setir itu tidak terlalu sempit jadi bisa melakukan gerakan secara leluasa atau terampil untuk mengolah roda kemudinya," ujar Jusri.

Dalam menerapkannya, pertama pastikan tempat duduk diatur sedemikian nyaman. Setelah itu, posisi tangan jangan menekuk saat menggenggam lingkar kemudi. Sementara bahu diupayakan harus merapat ke sandaran bangku secara rata.

Untuk mobil kecil seperti sedan, kata dia posisi tangan harus mengikuti arah jarum jam 10 (untuk tangan kiri) dan 2 (untuk tangan kanan). Sedangkan mobil yang lebih besar sejenis mini bus, tangan dapat di posisikan ke arah pukul 9 (untuk tangan kiri) dan 3 (untuk tangan kanan).

"Jadi dengan demikian badan akan rileks dan posisinya pas untuk mengoperasikan kemudi kedua tangan akan leluasa melakukan gerakan, atau tidak terlalu dekat dengan perut dan badan," ujar dia.

Tidak hanya itu posisi kaki juga harus dibuat tidak terlalu menekuk. Menurut dia jika kaki terlalu menekuk tentu akan membuat aliran darah terganggu dan membuat pengemudi menjadi lebih cepat merasa letih.

"Jangan lupa juga dengan posisi duduk tersebut pengemudi harus memastikan pandangan untuk memantau kaca spion ke kiri dan kanan bisa dilakukan tanpa menggerakan punggung," ucap dia.

Lebih lanjut, Ia mengingatkan kepada setiap pengemudi untuk terus merapatkan punggung ke sandaran kursi. Baginya itu penting lantaran akan meminimalisir cedera saat terjadi insiden.

"Punggung itu pusat syaraf. Karena kalau mobil itu bergerak liar atau pecah ban dan semacamnya dari seluruh anggota tubuh, itu bukan tangan yang rasain, atau bokong, tapi punggung. Makanya punggung harus nempel," tutup Jusri.




[cnnindonesia.com]

0 komentar:

Posting Komentar