Jumat, 13 April 2018

AllStay Hotel Semarang


Kadang-kadang saya suka iseng ngerencanain Staycation di hotel-hotel murah di Semarang. Mengandalkan bantuan Traveloka, saya mencari promo harga murah dari hotel-hotel bujet di sekitaran sini. Kalau bisa sih yang under 300 thousand lah ya? Dan hasil iseng tempo hari saya dapat harga murah di sebuah hotel baru bernama AllStay Hotel Semarang.

Berapa saya dapet? 263 sekian rupiah untuk 1 kamar Deluxe Double Bed tanpa sarapan. Biasanya sih harganya sekitar 350 ribuan ya, makanya begitu dapet harga segitu, yuk akh, cap cus!


REVIEW ALLSTAY HOTEL SEMARANG

Dibilang baru, ya emang baru. Tapi AllStay sendiri bukan pemain baru di bidang hospitality. Sebagai salah satu hotel yang berada di bawah naungan City One Hotel Management, keberadaan AllStay di Semarang masih terhitung baru, karena usianya juga masih sekitar setahunan.

Terletak di Jalan Veteran no 51-53 Semarang AllStay Hotel berlokasi di wilayah yang strategis. Lokasinya yang mudah dijangkau serta dekat dengan Simpang 5 dan beberapa titik keramaian lain di pusat kota, hotel ini cocok untuk kamu yang berlibur ke Semarang atau untuk tujuan bisnis.

Desain muka dari bangunannya didominasi warna abu-abu dan hijau. Desain art deco nya simple tapi cukup bergaya dengan gambaran khas hotel bujet, memberikan kesan kalau hotel ini cocok untuk mereka yang menginginkan tempat menginap murah namun berkualitas baik.

AllStay menyediakan tempat parkir yang cukup luas untuk kendaraan roda empat dan dua. Akses menuju ke lobby bisa melalui basement atau melalui main entrance gedung. Sewaktu saya menelepon untuk bertanya apakah saya bisa melakukan early check in saya diberitahu bahwa kamar masih belum tersedia. Sebelumnya saya sempat membaca review dari pengunjung bahwa early check in juga berlaku di hotel ini. Mungkin saya yang kurang beruntung.

Saya tidak mengalami masalah ketika check in dijam 2 siang. Saya hanya diberitahu kalau kebetulan siang itu sedang dilakukan perbaikan untuk pemanas air, sehingga air panas tidak akan bisa digunakan setidaknya hingga pukul 4 sore. Tapi saya cek, jam 3 sore air panas sudah bisa dinikmati. Petugas resepsionisnya cukup ramah dan membantu proses verifikasi reservasi yang saya lakukan via Traveloka. Oh ya, sekedar info saja kalau deposit diberlakukan di AllStay Hotel ya? Kamu diminta untuk meninggalkan cash money sebesar 50 ribu rupiah. Nanti kamu akan diberi kuitansi oleh petugas hotel. Kuitansi ini bisa diberikan saat check out dan uang akan dikembalikan. Jadi kuitansinya jangan sampai hilang ya?


ABOUT THE ROOM

So how about the room? Kesan pertama dari kamar yang saya tempati cukup lumayan. Kamarnya dingin, kasurnya juga bersih dengan 4 bantal yang empuk. Sebuah meja terletak di pojokkan dilengkapi dengan 2 buah botol air mineral dan 2 buah gelas. Ada pemanas air juga di sana, lengkap dengan teh, kopi, gula, dan krim.

Kemudian ada juga TV layar datar yang berisi banyak channel TV berlangganan. Variasi channelnya lumayan, bikin saya betah di kamar leyeh-leyeh sambil nonton TV seharian sampai malam. TV berbayarnya powered by BizNet. Lumayan sih, tapi sayang ada masa dimana tayangannya macet atau putus-putus. Wifi-nya juga bikin frustasi. Mungkin saya yang kurang beruntung sehingga tidak bisa menikmati fasilitas WiFi gratis dari AllStay. Padahal semua langkah sudah saya lakukan, tetap gagal juga. Akhirnya saya pakai paket data dari HP sendiri. FYI, sinyal 3 lumayan bagus dari lantai 2 AllStay, enggak tahu dengan yang lain.

BTW, di kamar ini juga disediakan rak pakaian (bukan lemari) dengan 3 buah hanger baju. Di bawah rak baju, terdapat slot rak yang bisa digunakan untuk menempatkan sepatu atau sandal. Di kamar ini juga tersedia safety box untuk menyimpan barang-barang berharga. Entah kenapa tiap kali menginap di hotel, saya tidak pernah menggunakannya ya? Mungkin karena saya tidak pernah membawa barang berharga kecuali dompet, hape, dan sedikit sisa harga diri saya. Halah!


THE BATHROOM

Beralih ke kamar mandi, saya mendapati kamar mandi yang agak kecil, lengkap dengan wastafel dan kloset duduk. Tidak tersedia bath tub untuk mandi tapi ada shower lengkap dengan air panas dan dingin. Bagi beberapa tamu desain kamar mandi ini mungkin cukup mengganggu, terutama di bagian pintu kamar mandinya. Saya temukan pintu kamar mandi ini tidak dilengkapi dengan pengunci. Pintu yang terbuat dari kaca tebal ini juga tidak menutup sempurna. Sehingga masih ada sekat yang memungkinkan orang dari luar ruang mandi melihat ke dalam, dan sebaliknya. Iya sih memang bakal ada yang bilang “yakaliii, gapapa juga lah…emang siapa yang mau ngintip?” Hehehe. Bener juga sih. Tapi saya yakin bakalan ada juga yang terganggu, terutama soal tidak adanya pengunci di kamar mandi. Meskipun mungkin menginap bersama dengan keluarga, tapi soal kenyamanan, model kamar mandi begini bisa jadi dirasa agak kurang nyaman.

Tapi buat saya saat itu nyaman-nyaman aja, wong saya nginepnya sendirian, malah pas mandi saya buka tuh pintu. #Oops #ExhibitionistDetected Hahaha. Nggak lah. Nggak segitunya juga. Tapi personally karena saya pas nginepnya sendiri, saya tidak terlalu merasa terganggu. Mungkin kalo bareng-bareng, baru deh saya bakal ngerasa nggak nyaman. Begitu…

Soal amenities nya sih cukup lengkap. Saya menemukan hanya tersedia 1 sikat gigi dengan pastanya, 1 buah penutup kepala, dan 1 sabun batang untuk cuci tangan. Mungkin karena yang nginep 1 orang makanya amenities nya disediakan sesuai dengan jumlah orang yang menginap. Saya kurang tahu untuk kamar yang ditempati oleh lebih dari 1 orang atau untuk 1 keluarga, apakah jumlahnya sama atau berbeda? Entahlah. Untuk sabun dan shampoo sudah tersedia di dispenser yang ada di dekat shower.

Masalah saya sama kamar mandi AllStay hanya terletak pada exhaust fan yang sepertinya tidak tersedia (atau tidak berfungsi dengan baik). Karena saya menemukan air genangan kamar mandi tidak kering meskipun sudah saya pel dengan handuk lantai dan saya tinggal untuk makan malam. Dari beberapa kali pengalaman, air bekas guyuran air di kamar mandi bisa kering setelah digunakan. Saya sempat mengecek juga apakah ada exhaust fan di kamar mandi ini? Sepertinya tidak. Itulah kenapa saya harus tambahan handuk lantai untuk memastkan lantai kamar mandi tetap kering.


PENGALAMAN LUCU…

Oh iya, saya lupa cerita. Ada pengalaman lucu ketika pertama kali masuk ke kamar. Jadi ceritanya, kamar yang saya tempati, dan mungkin juga sebagian besar kamar di AllStay memiliki semacam pintu penghubung antara 1 kamar dengan lainnnya. Technically bukan 1 pintu sih, tapi ada 2 pintu yang bersebelahan yang hanya bisa dibuka oleh penghuni kamar masing-masing. Nah, meskipun saya juga pernah menjumpai jenis kamar seperti ini di beberapa hotel seperti di New Metro, tapi tetap saja saya penasaran, pintu apakah ini?

Dan ketika dibuka, penghuni kamar sebelah juga membuka pintu kamarnya, dan mas-mas yang buka pintu cuma pakai kancut warna item! Dan Oops! Kami berdua sama-sama terkejut dan saling meminta maaf. Lalu saya tutup pintunya dan tidak pernah saya buka lagi. Takut. Hahahaha! So next time, jangan terlalu kepo kalau menemukan sebuah pintu yang terletak di sini kamar sebelah, karena bisa jadi itu adalah pintu hubung antar kamar. Saya maklum sih, jenis kamar seperti ini cocok digunakan untuk keluarga besar yang menginap sehingga 2 kamar bisa dijadikan 1.

AllStay hotel tidak menyediakan menu restoran yang bisa dipesan ke kamar. Saya tidak menemukan buku menu yang biasanya ada di hotel-hotel. Saya pun juga tidak terlalu tertarik untuk makan di resto hotelnya. Saya juga tidak tahu seperti apa rasa makanan di hotel ini mengingat saya memesan kamar tanpa sarapan. Lagipula, saya mempertimbangkan bahwa di sekitar jalan Veteran ada banyak tempat makan enak yang bisa didatangi. Di sebelah hotel malah ada gerai Indomaret lengkap dengan 2 warung makanan di depannya. Tak jauh dari sana juga ada Daeng Baba yang menyediakan makanan khas Makasar. Kalau mau agak jauh dikit, kamu bisa jalan-jalan ke sekitaran Jalan Menteri Supeno yang penuh dengan makanan-makanan enak. Pokonya letak hotel ini strategis dengan pusat makan. Jangan takut kelaparan lah. 24 jam bisa diandalkan.

Tidak ada swimming pool or fitness center di AllStay, tapi ada fasilitas spa berbayar untuk pengunjung yang ingin memanjakan diri.


YANG SEDIKIT MENGANGGU…

Waktu itu saya ditempatkan di lantai 2. Kebetulan kamar saya berhadapan langsung dengan lift dan kamar janitor. Meskipun kamarnya sendiri nyaman, tapi jujur saja saya agak terganggu dengan suara traffic petugas kebersihan yang lalu lalang. Frekuensinya sangat sering sehingga mau tak mau saya mendengar suara mereka. Oh well, saya pikir mungkin karena beginilah nasib pesan hotel via online dengan harga murah pula.

Selain suara dari luar kamar yang terdengar, saya juga agak rada terganggu dengan suara furniture yang diseret-seret dari lantai atas dan kamar sebelah. Yaaa, mungkin lagi ada slumber party sampai butuh tempat tidur tambahan ya? Hahaha. Tapi jujur agak mengganggu sih. Poinnya, ruangan kamar di AllStay tidak sepenuhnya kedap suara. Bunyi orang ngobrol di selasar, pintu kamar sebelah yang dibuka, dering bel dari lift, semuanya kedengeran. Konon kabarnya sih ini tipikal hotel dari City One, tapi entahlah.

Tapi so far sih i’m fine. Apakah kamu ingin merasakan pengalaman menginap di AllStay Hotel Semarang? Silakan hubungi alamat di bawah ini ya?


AllStay Hotel Semarang
Jl Veteran no. 51-53 Semarang Telp 024-8417001
Room rates from 300-400k rupiah, cheaper if you’re lucky.





[nunoorange.com]

0 komentar:

Posting Komentar