Selasa, 28 Juni 2016

Tips Packing Barang

Dari colak-colek diantara teman-teman, berubah menjadi curhatan tentang packing barang pindahan yang tak selesai-selesai. Kenaikan kelas sering dipilih sebagai saat yang tepat bagi teman-teman untuk pindah rumah. Meski telah berencana sejak lama, teman-teman selalu menunda sampai kenaikan kelas untuk memudahkan birokrasi dan adaptasi anak-anak. Meski tantangannya tidak seberapa dibandingkan dengan teman-teman yang pindah ke luar negeri, tapi mungkin pengalaman berikut bisa bermanfaat. Pindah rumah dalam satu kota bisa dilakukan tanpa sorting dan packing, cukup siap repot bolak-balik saja. Pindah rumah lain kota tapi masih satu pulau perlu banyak-banyak sorting agar bisa menyewa mobil pengangkut berukuran minimal untuk menghemat biaya. Tapi bagaimana jika pindahan ke tempat yang jauh?

1. Menyewa fasilitas transportasi sendiri

Yang memiliki perabotan cukup banyak dan besar-besar, lebih mudah dan murah menyewa fasilitas transportasi sendiri. Kalau keluar negeri, saya tidak punya pengalaman, tapi kata teman-teman, mereka menyewa kontainer untuk barang-barang mereka atau bersama dengan teman-teman lain. Sedangkan pengurusannya diserahkan ke jasa pengapalan. Untuk antar pulau didalam negeri, harga sewa satu kontainer hampir sama dengan satu truk.
 
Tips khusus jika menyewa truk, pastikan identitas pengemudi dan pemilik truk jelas serta tutup yang rapat agar terhindar dari bajing loncat. Untuk sewa lebih murah, cari informasi tentang truk yang pulang sehabis mengirim barang dari daerah kita, misal truk-truk yang membawa muebel dari Jepara kadang mau mampir ke kota lain sewaktu kembali. Harga sewa bisa separuh dari truk yang kita sewa dari kota kita sendiri.

2. Menyortir barang

Ini adalah tugas berat, terutama bagi ibu-ibu yang sentimentil. Serbet jelek yang menurut orang lain udah gombalan harus dibuang, bisa saja dipertahankan karena enak buat ngelap. Heheheee.... Soal sortir harus realistis, sesuaikan dengan budget saja. Kalau budget longgar, ya bolehlah daster-daster bolong dibawa. Kalau budget sangat ketat, harus tegas memilah mana yang disumbangkan, mana yang dihibahkan, mana yang dijual, mana yang dibuang dan mana yang dibawa.

Tips berikutnya adalah jika menggunakan jasa kurir untuk pengiriman, yang berarti tidak bebas mengangkut barang.

3. Mengepak barang dalam kardus
  • Umumnya kita mengepak dalam dos-dos besar seperti diatas. Pastikan menggunakan kertas double wall yang masih bagus meski bekas supaya barang didalamnya tidak rusak. Untuk kurir swasta, yang penting rapat. Sedangkan jika melalui kantor pos agak beda karena mereka suka yang dibungkus rapi, kadang malah mewajibkan dijahit karung goni untuk melapisi dos tersebut.
  • Jika sering pindah, pertimbangkan memiliki perabotan knocked down dan jangan dibuang dosnya supaya bisa dipakai lagi.
  • Hitungan harga  untuk dos umum seperti dos bekas rokok itu: harga per kilogram x berat kilogram paket tersebut. Tapi jika bentuknya tidak umum, misalnya besar tapi ringan, akan dihitung menggunakan rumus volume: (panjang x lebar x tinggi) : 4000.
  • Usahakan tiap dos berisi barang yang sama, misal satu dos berisi buku semua. Jangan lupa memberi nomor di tiap dos, lalu catat nomor dos beserta isinya. Di tempat tujuan nanti, kita tidak perlu buru-buru membongkar semua dos, bisa stress kecapekan. Cukup cari nomor dos yang diperlukan untuk dibuka lebih dulu.
4. Mengemas barang-barang kondisi khusus
  • Untuk barang elektronika, jika kardus packingnya masih lengkap dengan sterofoam, bisa langsung dibungkus. Jika tidak, kurir akan mengenakan biaya packing. Barang elektronika dihitung satuan, bukan per kilogram, karenanya pikirkan baik-baik apakah akan membawa atau menjual saja barang tersebut. Contohnya, biaya kirim kulkas bisa lebih mahal dari harga beli kulkas, lebih baik dijual meski harganya dibawah harga beli.
  • Barang dengan ujung-ujung tajam seperti kayu diatas harus ditutup karton agar tidak merusak barang lain disekitarnya, dan agar barang itu sendiri tidak rusak.
  • Barang dalam bentuk papan juga penting sekali untuk dibungkus agar tidak rusak. Idealnya sih dibungkus pakai karton single wall, tapi kalau tidak ada dengan koran bekas atau lainnya juga bisa tapi jangan terlalu tipis ya.
  • Hindari mengirim kaca atau bahan cair.
  • Hitungan harga seperti ini akan dipilih oleh pihak kurir mana yang lebih berat, per kilogram atau volume.
5. Packing dengan kotak plastik

Plastik adalah bahan perlengkapan rumah tangga yang makin banyak digunakan. Daripada menggunakan dos-dos yang tidak rapi untuk menyimpan barang dirumah, orang lebih suka menggunakan kontainer plastik. Kalau pindah tak perlu pusing, tinggal angkat. Sebenarnya tidak semudah itu juga. Beberapa kurir menolak mengirimnya, atau paling tidak minta jaminan pelanggan tidak akan komplain jika terjadi apa-apa karena kontainer plastik begitu mudah sekali pecah dalam proses pengantaran. Karenanya, supaya tidak dipersulit dan supaya tidak pecah juga, kontainer seperti itu harus dibungkus juga, bisa menggunakan karton single wall, koran atau kertas seadanya yang cukup tebal. Jangan lupa melapisi bagian atasnya dengan karton double wall.

6. Memilih kurir
  • Untuk mendapatkan kurir yang pelayanannya bagus dan paling murah, jangan ragu untuk minta rekomendasi teman atau menelpon semua kurir yang ada di kota anda. Untuk barang pindahan, biasanya mereka mengatakan akan menyurvei atau melihat dulu seberapa banyak barang tersebut ke rumah kita.
  • Pilihlah kurir yang tegas memberikan harga dan aturan sejak awal, karena ada petugas kurir yang nakal juga, kelihatannya negotiable tapi sebenarnya memberikan harga taksiran yang beda dengan aktual lalu mengantongi selisihnya.
  •  Pastikan apakah harga termasuk petugas yang mengangkat dan menurunkan barang, serta penjemputan dan pengantaran barang. Jika ingin memberi tips bagi pengangkat barang, itu terserah kita saja.
  •  Untuk kurir yang juga menjemput, barang-barang tidak ditimbang dirumah kita, melainkan di kantor kurir tersebut. Jika belum percaya dengan kurir tersebut, kita boleh ikut dan menyaksikan penimbangannya. Tapi jika sudah percaya, tinggal menunggu laporan berat total dan total harga, lalu uangnya kita transfer. Jangan lupa membuat tanda terima dan mintalah si penjemput tanda tangan. Praktis.
Sumber :  beyourselfwoman.com

0 komentar:

Posting Komentar